Berkaca & City of God (Cidade de Deus)

Setiap pagi atau malam sebelum tidur, saya berkaca di sebuah cermin besar yang menempel manja pada meja rias saya. Meja rias itu sebetulnya tak pantas menyandang predikatnya, karena di atasnya lebih banyak tumpukan buku-buku, kertas dan dvd yang asal taruh daripada lipstick, rouge dkk. yang sebenarnya lebih berhak ada di sana. Tetapi, tentu saja, selalu ada pembersih wajah, kapas atau tissue dan tidak ketinggalan mainan Jason dan Joshua yang digeletakan seenaknya saja di sana-sini di dalam kamar saya, termasuk di atas meja rias super berantakan tersebut.

Dan semalam, ketika saya sedang berkaca sambil membersihkan wajah dengan krim pembersih wajah yang saya harapkan dapat juga sekaligus mengecilkan pori-pori saya, melicinkan kerutan-kerutan kecil yang mulai dengan nyaman menggoreskan tanda usia pada wajah cantik ini, serta tentu saja mengangkat kotoran dan lapisan kulit mati sehingga kulit wajah dapat tidur dalam kondisi bersih, maka saya menemukannya tergeletak di dalam keranjang rotan tempat alat-alat kecantikan yang sedianya di alokasikan, tapi.. tentu tidak, alat-alat kecantikan entah ada dimana-mana sedangkan yang bukan peralatan mempercantik diri justru ada di sana. Dvd itu buktinya, juga tergeletak di sana, dan seperti sebuah magnet ia menggiring saya untuk memutarnya kembali. Continue reading

Bentuk & Tujuan, Julie & Julia

I am crazy in love with..

Movies, yeah, saya penggemar film yang gila banget sebab saya bisa menonton film yang saya sukai sampai berulang-ulang, ga ada habis-habisnya, tapi itu dulu… sekarang ini sudah terlalu jarang menonton film sejak saya jatuh cinta habis-habisan dengan…

Pet Society, yeah, saya penggemar pet society yang gila banget, yang bisa bermain pet society dari pagi sampai malam tanpa makan dan minum atau berkomunikasi dengan orang lain, sampai-sampai saya lupa dengan cinta pertama saya yaitu…

Buku-buku, yeah, saya penggemar buku yang gila banget sebab uang saya kebanyakan habis untuk membeli buku, buku apa saja yang menarik perhatian saya, entah itu buku tentang masakan, novel atau tentang paper craft, dekorasi ruangan, dan beragam buku-buku yang memenuhi lemari buku di kamar saya hingga bertumpuk-tumpuk tidak karuan, bahkan adik ipar saya pernah bertanya apakah buku-buku itu sempat saya baca, haha, padahal sih buku-buku itu ada di sana justru karena sudah saya baca.

Saat ini, saya ingin kembali kepada cinta pertama saya. Cinta pertama? Yaps, cinta pertama. Masih ingat kepada cinta pertama? Beruntunglah mereka-mereka yang bahkan diberi anugerah menikahi cinta pertama dan tentu saja cinta sejatinya. Sayangnya, walau cinta semacam itu tak pernah habis-habisnya dibicarakan dan ditulis orang, tetapi bukan yang itu yang saya maksudkan di sini. Continue reading