13: The Birth and The Death of The Day

13-cumpleac3b1os13 Desember 2003, di Jakarta, kembali ke rumah Bapa di Surga untuk selama-lamanya, Jozef Siahaya, papa tersayang. 13 Desember 2006, di Kanada, lahir ke dunia, Ariel Jozelina Siahaya, anak pertama adik saya, cucu perempuan pertama bagi mama, keponakan perempuan pertama bagi saya.

Dan angka tiga belas menjadi angka yang menakjubkan. Angka itu mengukuhkan dirinya sebagai simbol siklus kehidupan. Ada yang pergi dan ada yang datang. Ada yang mati dan ada yang hidup.

Ternyata menurut Numerology, angka 13 bukanlah angka sial, seperti yang dipercayai oleh sebagian orang selama ini. Angka 13 apabila dijumlahkan akan menghasilkan angka 4, yang dalam Numerology berarti: creation atau penciptaan. Angka 13 juga berkaitan erat dengan kematian dan kelahiran kembali. Degenerasi dan regenerasi. Dan berkaitan dengan kematian papa dan kelahiran Ariel, maka angka 13 ternyata mengkonfirmasikan makna-makna yang disimbolkannya tersebut.

Hidup di dalam lingkungan keluarga Kristen memudahkan saya untuk memandang kematian jauh dari sebuah bentuk kesialan melainkan sebagai dimulainya sebuah kehidupan yang lain setelah roh meninggalkan raga. Kematian lebih mirip sebuah pintu, atau sebuah lorong, yang menghubungkan dunia fana dan keabadian. Kematian jasmani di dunia ini, adalah kelahiran kembali di dunia kekal. Kesedihan yang ditimbulkan oleh kematian adalah kesadaran bahwa orang yang melangkah memasuki lorong tersebut, tidak akan kembali lagi. Death is a one way ticket. Yang menghiburkan adalah pengetahuan atau mungkin lebih tepatnya disebut iman bahwa ia akan baik-baik saja di sana.

Kelahiran Ariel tepat di tanggal yang sama dengan kepergian papa membuat saya merasa seperti berdiri di pelataran sebuah airport. Departure, mengantarkan satu kekasih bepergian jauh dan tidak akan kembali. Arrival, lalu melangkah menuju ruang kedatangan untuk menjemput seorang kekasih yang baru tiba.

Ya, di sanalah kami berada pada 13 Desember 2003 dan 13 Desember 2006, di departure hall dan arrival hall, tepat di titik yang sama. Menyaksikan yang satu pergi, menyambut yang satu datang. Sebuah pernyataan yang mengagumkan dari Tuhan Sang Pemberi, bahwa ketika Ia memutuskan untuk mengambil, ia akan memberikan yang lain sebagai gantinya. Setidaknya bagi kami demikianlah adanya.

Kau yang mengambil, Kau yang memberi, terpujilah nama Tuhan.

Selamat ulangtahun yang ke 3 tahun, Ariel…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s