Being 40something dan single is not a crime!

UntitledSebelum mulai mengomel saya harus membuat disclaimer dulu: This entry is not a cry for help untuk dicarikan jodoh! Ini perlu ditekankan, sebab orang-orang sering salah mengerti, begitu saya angkat bicara tentang soal being single lalu ada aja yang nyeletuk, udah pengen kawin sekarang? Hahaha… berasa kayak model kucing atau anjing sedang musim  kawin.

Ada satu ayat Alkitab yang jadi pegangan saya, because I already gaining some understanding regarding this statement: For  I know the plans I have for you, declares the Lord, plans to prosper you, not to harm you, plans to give you hope and a future.

Jika kamu tahu apa yang sedang dialami oleh Israel pada saat itu, maka sedikit banyak kamu akan juga mengerti bahwa ada sebuah kondisi dimana Tuhan memang menempatkan suatu bangsa atau seseorang di dalamnya. Kondisi tersebut tidak terlihat ideal menurut kaca mata manusia, tetapi itulah salah satu mata rantai jalannya takdir yang harus dijalani dan pilihannya hanya dua, mengeluh dan tak suka, atau bersyukur dan menikmatinya karena tahu ini ujung-ujungnya justru sesuatu yang sangat baik. Tak ada yang perlu diubah. As a christian, I look at everything from a christian point of view, because there’s no other way to see it, that is my faith and also my filter.

how-to-be-single-and-happy-1

Hal itu mendasari sebuah perbedaan yang mendasar antara saya dan seorang teman yang ngotot mencoba berteori mengapa saya tidak juga menikah, mempertanyakan apakah saya pernah melakukan ini dan itu, “menuduh” saya kurang berusaha, etc. Bagi saya keterangannya sangat sederhana: dunia ini tidak lagi sempurna seperti di taman firdaus dahulu ketika segala sesuatu berpasang-pasangan dengan sempurna. Ketika dosa menjauhkan manusia dari Tuhan-nya maka segala sesuatu yang baik dan sempurna itu menjadi runtuh, termasuk di dalamnya: soulmate. Tetapi teori soulmate ini sendiri juga bukan sesuatu yang ada sejak jaman purbakala kan? Soulmate ini adalah romantisme yang mulai dibangun di abad modern, ketika pernikahan tidak lagi soal mempertahankan kehidupan melalui keturunan tapi soal pilihan-pilihan. Mari kita bahas ini di lain waktu, haha..

Bagi saya, semakin cepat ia dapat mengunyah bahwa tidak semua orang pasti menemukan jodohnya, (dan ini sebuah kenyataan yang juga harus dipahami oleh para single, jangan menutup mata terhadap kenyataan itu) maka akan semakin kecil rasa frustrasi yang dialaminya dalam mencermati fenomena  single diusia yang mendekati separuh abad. Saya yang masih saja sendirian ini bukan sebuah masalah yang selalu harus dicarikan solusi. Apalagi kalau selalu mengeluarkan pernyataan lahir, jodoh dan mati ada di tangan Tuhan. Harapan saya, ia bisa melihat saya sebagai seseorang yang utuh sebagai diri saya apa adanya saat ini, bukan selalu merasa saya tidak lengkap dan sempurna hanya karena saya tidak berstatus nyonya anu atau isterinya si anu (lagipula, itu memang cuma perasaan dia aja sih.. hahahahaa… Hanya karena dilontarkan kepada saya secara langsung, maka hal itu jadi sangat mengganggu).

245235142178717816kjychboncBeing 40something and single, is not a bad thing. It is just is. Kenyataan adalah kenyataan! Dan hal itu yang pertama: HARUS DITERIMA sebagai sebuah kenyataan. Kemungkinan saya tidak akan pernah menikah bukan hal yang mengenaskan sama sekali, sepanjang saya fine fine aja dengan hal itu dan sepanjang saya mengisi hidup dengan produktif dan bahagia, bukan setiap hari dan setiap saat mengeluh dan menangisi nasib, haha, lebay amat! Lagipula, menurut saya, seharusnya dia lebih ngeri membayangkan tingkat perceraian dan perselingkuhan yang begitu tinggi dan setiap pernikahan memiliki potensi terjadinya KDRT, pengabaian dan perceraian. Efek dominonya, semakin banyak orang yang kemudian menjadi single plus trauma.

8b6935cd42106539788b220a981a3948Saya nggak mengatakan bahwa kekuatiran-kekuatiran itu yang menjadi sebabnya saya tidak menikah, hehehe… (abis lo sendiri mengesankan itu traumatis, G, wkwkwk), jangan menarik kesimpulan seperti itu, sebab itu salah luarbiasa. Maksud saya, janganlah memandang kehidupan saya seperti sebuah lubang hitam tanpa harapan. Hidup ga melulu soal menikah atau ga menikah, anehnya kondisi itu yang selalu dipermasalahkan kalau bicara dengan saya, padahal hidup ini banyak kali dimensi-dimensi lain yang bisa dibicarakan. Secara lebih spiritual, hidup ini adalah soal bagaimana memuliakan nama Tuhan apapun kondisi saya. Saya secara tegas menyatakan di sini bahwa saya menolak untuk menyempitkan kehidupan dan kebahagiaan dengan mengurungnya dalam sebuah kotak kondisi sosial yang mau memaksakan pandangan bahwa tidak menikah = tidak bahagia, sebab pada kenyataannya banyak yang menikah tapi tidak bahagia.

Saya sendiri, single yang pernah bahagia dan pernah tidak bahagia. Hei…single juga manusia! Manusia kan normalnya bisa sedih juga, dan kalau sesekali sedih, itu nggak selalu ada hubungannya dengan kelajangan. Wajar juga kalau manusia bisa bahagia, itu juga nggak ada hubungannya dengan punya pacar atau dilamar orang. Kebayang gimana hidup ini kalau luasnya perkara kehidupan cuma segitu? Sekali lagi, hidup ini, normalnya, nggak 24/7 hanya melulu soal dapat jodoh atau nggak dapat jodoh. Yang kayak gitu, cuma berlaku di fiksi-fiksi khusus romance.

Advertisements

4 thoughts on “Being 40something dan single is not a crime!

  1. hidup ga melulu soal menikah ga menikah, hidup itu adalah soal bagaimana memuliakan nama Tuhan apapun kondisi saya.

    tidak menikah=tidak bahagia, sebab pada kenyataannya banyak yang menikah tapi tidak bahagia.

    Ahahahaha.. gua suka bangets ama kalimat yang di atas itu, mantapss!! ^o^

  2. Hai 🙂

    Indah selalu aja berhasil menemukan blog sy yg tersembunyi, hahahaaa… (^^p) Apa karena sambungannya dengan WP?

    Thanks.. Bukan apa2 sih.. kadang2 yang membuat lelah bukan situasi primer-nya, tapi desakan-desakan yang datang dari luar. Adalah benar yang dikatakan bahwa dalam kehidupan ini yang menyusahkan manusia adalah manusia juga, bukan alam, bukan benda lain, bukan binatang, bahkab bukan juga situasi, sebab situasi adalah hasil perbuatan manusia. Nah kan? Hehehe…

  3. wah, Mbak G jadi idola saya deh..
    saya dibikin kagum dengan tulisan yang satu ini. ck ck ck….
    saya hampir 30, dan belum menikah juga. singgle and very happy, tapi orang-orang disekeliling makin ribut bukan main. termasuk juga memandang aneh seakan-akan singgle is a crime seperti kata mbak G.

    somehow Mbak G bikin saya pede lagi.
    thanks alot mbak G….

  4. Ahahaha.. bukannya nih blog dipejeng link-nya di blog yang Blogspot ya, G? 😀

    kadang2 yang membuat lelah bukan situasi primer-nya, tapi desakan-desakan yang datang dari luar.

    Hmm.. ada benarnya juga sih.

    Terkadang di kala kita udah merasa nyaman dengan diri dan kondisi kita, adaa aja orang yang sepertinya ngga bisa menerima hal itu.

    Yaa.. mungkin tujuan mereka baik sih. Mo didiamin aja mereka menuntut tanggapan, mo ditanggapin kok ngga putus2, bikin ribets aja, ahahahaha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s