Berkaca & City of God (Cidade de Deus)

Setiap pagi atau malam sebelum tidur, saya berkaca di sebuah cermin besar yang menempel manja pada meja rias saya. Meja rias itu sebetulnya tak pantas menyandang predikatnya, karena di atasnya lebih banyak tumpukan buku-buku, kertas dan dvd yang asal taruh daripada lipstick, rouge dkk. yang sebenarnya lebih berhak ada di sana. Tetapi, tentu saja, selalu ada pembersih wajah, kapas atau tissue dan tidak ketinggalan mainan Jason dan Joshua yang digeletakan seenaknya saja di sana-sini di dalam kamar saya, termasuk di atas meja rias super berantakan tersebut.

Dan semalam, ketika saya sedang berkaca sambil membersihkan wajah dengan krim pembersih wajah yang saya harapkan dapat juga sekaligus mengecilkan pori-pori saya, melicinkan kerutan-kerutan kecil yang mulai dengan nyaman menggoreskan tanda usia pada wajah cantik ini, serta tentu saja mengangkat kotoran dan lapisan kulit mati sehingga kulit wajah dapat tidur dalam kondisi bersih, maka saya menemukannya tergeletak di dalam keranjang rotan tempat alat-alat kecantikan yang sedianya di alokasikan, tapi.. tentu tidak, alat-alat kecantikan entah ada dimana-mana sedangkan yang bukan peralatan mempercantik diri justru ada di sana. Dvd itu buktinya, juga tergeletak di sana, dan seperti sebuah magnet ia menggiring saya untuk memutarnya kembali. Continue reading

13: The Birth and The Death of The Day

13-cumpleac3b1os13 Desember 2003, di Jakarta, kembali ke rumah Bapa di Surga untuk selama-lamanya, Jozef Siahaya, papa tersayang. 13 Desember 2006, di Kanada, lahir ke dunia, Ariel Jozelina Siahaya, anak pertama adik saya, cucu perempuan pertama bagi mama, keponakan perempuan pertama bagi saya.

Dan angka tiga belas menjadi angka yang menakjubkan. Angka itu mengukuhkan dirinya sebagai simbol siklus kehidupan. Ada yang pergi dan ada yang datang. Ada yang mati dan ada yang hidup.

Ternyata menurut Numerology, angka 13 bukanlah angka sial, seperti yang dipercayai oleh sebagian orang selama ini. Angka 13 apabila dijumlahkan akan menghasilkan angka 4, yang dalam Numerology berarti: creation atau penciptaan. Angka 13 juga berkaitan erat dengan kematian dan kelahiran kembali. Degenerasi dan regenerasi. Dan berkaitan dengan kematian papa dan kelahiran Ariel, maka angka 13 ternyata mengkonfirmasikan makna-makna yang disimbolkannya tersebut. Continue reading

Bentuk & Tujuan, Julie & Julia

I am crazy in love with..

Movies, yeah, saya penggemar film yang gila banget sebab saya bisa menonton film yang saya sukai sampai berulang-ulang, ga ada habis-habisnya, tapi itu dulu… sekarang ini sudah terlalu jarang menonton film sejak saya jatuh cinta habis-habisan dengan…

Pet Society, yeah, saya penggemar pet society yang gila banget, yang bisa bermain pet society dari pagi sampai malam tanpa makan dan minum atau berkomunikasi dengan orang lain, sampai-sampai saya lupa dengan cinta pertama saya yaitu…

Buku-buku, yeah, saya penggemar buku yang gila banget sebab uang saya kebanyakan habis untuk membeli buku, buku apa saja yang menarik perhatian saya, entah itu buku tentang masakan, novel atau tentang paper craft, dekorasi ruangan, dan beragam buku-buku yang memenuhi lemari buku di kamar saya hingga bertumpuk-tumpuk tidak karuan, bahkan adik ipar saya pernah bertanya apakah buku-buku itu sempat saya baca, haha, padahal sih buku-buku itu ada di sana justru karena sudah saya baca.

Saat ini, saya ingin kembali kepada cinta pertama saya. Cinta pertama? Yaps, cinta pertama. Masih ingat kepada cinta pertama? Beruntunglah mereka-mereka yang bahkan diberi anugerah menikahi cinta pertama dan tentu saja cinta sejatinya. Sayangnya, walau cinta semacam itu tak pernah habis-habisnya dibicarakan dan ditulis orang, tetapi bukan yang itu yang saya maksudkan di sini. Continue reading

Ketika Valen Bercerita & Tanah Tabu

Tanggal 12 November 2009, sebuah sms masuk ke ponsel saya: “Saya baru tiba di Dekai, tolong cari dan baca buku Tanah Tabu karangan Anindita Stayib, Gramedia, berbicara banyak tentang Papua…”

Pesan tersebut baru saya baca beberapa hari kemudian sebab ponsel lupa diletakkan dimana. Saya langsung mencari informasi tentang novel (atau seharusnya disebut novella, sebab bukunya kecil dan tipis saja) ke Goodreads. Di sana sudah banyak resensi yang membuat terpesona. Dua minggu kemudian barulah saya memperoleh buku Tanah Tabu karangan Anindita S. Thayf dan mulai membacanya. Continue reading

Apapun Yang Ditawarkan Masa Depan…

….tidak akan40754 berarti apa-apa jika kita tidak mendapatkan kebahagiaan darinya. John Naisbitt, Mind Set!

Saat sedang membaca draft yang harus selesai pada pertengahan September, di bawah judul: Papua Dalam Perenungan dan Harapan, terseliplah quote tersebut, dan pikiran saya langsung tertancap sepenuhnya pada kalimat itu.

Bila dikaitkan dengan Pet Society, jadilah sedikit renungan yang seperti ini: Setiap hari senin, para pemain Pet Society sudah tahu dan selalu dengan penuh antisipasi menungggu-nunggu barang-barang baru yang akan dikeluarkan oleh publisher game. Nah, pengetahuan ini selalu saja menimbulkan efek excitement. Kebahagiaan yang dirasakan kemudian adalah saat dapat terpuaskan untuk shopping barang-barang baru yang dilanjutkan dengan menata ruangan atau mendandani pet dengan kostum baru. Sebaliknya, akan terasa seperti masuk neraka waktu ada barang-barang baru tapi koin cekak! Continue reading

Being 40 & cancer

Ketika saya memasuki usia pertengahan 30-an, seorang oom dengan penuh kekuatiran memperingatkan kepada saya tentang satu hal: kanker. Keluarga saya memang rentan penyakit yang satu ini. Pada saat itu, tante saya yang tidak pernah menikah, menderita kanker payudara stadium lanjut, stadium 4, dan menurut dokter yang menanganinya saat itu, sudah tidak ada lagi harapan kecuali terjadi keajaiban.

Syahdan, pada suatu kesempatan selesai menengok tante yang dirawat di sebuah klinik khusus di sukabumi, pada sepanjang perjalanan pulang, saya mendapatkan diri saya diinterogasi dan dinasehati dengan berbagai macam nasehat, plus sebuah prediksi kelam bahwa nasib saya akan berakhir seperti nasib tante saya, terkena kanker payudara, menderita luar biasa dan sengsara, karena saya tidak menikah dan belum pernah melahirkan anak.
Continue reading

Being 40something dan single is not a crime!

UntitledSebelum mulai mengomel saya harus membuat disclaimer dulu: This entry is not a cry for help untuk dicarikan jodoh! Ini perlu ditekankan, sebab orang-orang sering salah mengerti, begitu saya angkat bicara tentang soal being single lalu ada aja yang nyeletuk, udah pengen kawin sekarang? Hahaha… berasa kayak model kucing atau anjing sedang musim  kawin.

Ada satu ayat Alkitab yang jadi pegangan saya, because I already gaining some understanding regarding this statement: For  I know the plans I have for you, declares the Lord, plans to prosper you, not to harm you, plans to give you hope and a future.

Jika kamu tahu apa yang sedang dialami oleh Israel pada saat itu, maka sedikit banyak kamu akan juga mengerti bahwa ada sebuah kondisi dimana Tuhan memang menempatkan suatu bangsa atau seseorang di dalamnya. Kondisi tersebut tidak terlihat ideal menurut kaca mata manusia, tetapi itulah salah satu mata rantai jalannya takdir yang harus dijalani dan pilihannya hanya dua, mengeluh dan tak suka, atau bersyukur dan menikmatinya karena tahu ini ujung-ujungnya justru sesuatu yang sangat baik. Tak ada yang perlu diubah. As a christian, I look at everything from a christian point of view, because there’s no other way to see it, that is my faith and also my filter. Continue reading

Paloma: Semua terjadi karena suatu alasan :)

 

PalomaPaloma mengisahkan tentang: Iman, harapan dan kasih. Tiga hal yang mendasari kehidupan spiritual seseorang, kehilangan salah satu dari ketiga hal pokok tersebut maka kehidupan spiritual akan menjadi pincang.

Harapan tanpa iman, tidak akan memiliki dasar yang kuat untuk terus berharap, sebab begitu banyak peristiwa yang memerlukan alasan-alasan yang tak akan dapat dijawab oleh pikiran dan pengetahuan manusia yang sangat terbatas. Ketika iman yang berbicara maka alasan-alasan menemukan jawabannya, atau tidak lagi diperlukan alasan untuk segala sesuatu. Iman tanpa harapan tidak akan mungkin, sebab iman selalu melahirkan harapan, mengetahui bahwa Ia memegang kendali atas segala sesuatu dan mengetahui berdasarkan iman bahwa ada masa depan yang baik yang dirancangkanNya itulah dasar dari sebuah pengharapan, melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata, sebab percaya. Iman dan harapan tanpa kasih tidak memiliki arti, sebab kasih itulah yang mengikat segala sesuatu hingga menjadi baik dan berarti, kasih memperkokoh iman dan harapan, ketika iman dan harapan terasa hilang, kasih menopangnya, kasih menyelimutinya, kasih menguatkannya. Bukankah pengorbanan terbesar terjadi semata-mata karena kasih? Continue reading