Gila loe! Sumir!

November 14, 2008

Iya, itu dia kata2 yang terlontar dari mulut temen waktu membaca judul blog ini. Talking about judging the book by its cover, nah ini salah satu contohnya. Haha! Saya sadar kok sesadar-sadarnya bahwa respons seperti itu wajar lah, hahahaa… apalagi kalo males baca apa sebenarnya arti dari judul (sensasional) tersebut, wekekeke… Berbahagialah saya yang memang berbakat membuat sensasi tanpa malu-malu (^^,)

Ada juga yg teriakannya adalah: Gile loe, bikin blog lageee? Hwahahaaa.. Ize, bikin blog lage, soalnya pas jalan2 dan iseng2 menengok akun WP, lah kok ada template ini, yang sebelum-belumnya belum ada atau saya yang ga memperhatikan bahwa dia ada? Jadi, tujuan saya adalah, memindahkan artikel2 yang saya suka ke WP ini. Gitchu.

Memangnya itu gila kah? Yah memang interpretasi orang atas kata ‘gila’ itu macem2. Kalo ponakan2 saya sekarang senang meneriakan kata ‘gila!’ setiap mencoba game baru di PSP-nya, atau sewaktu mereka melawan musuh paling kuat di game tersebut dan berhasil menang, si kakak berteriak, ‘gila, kakak hebat!’ dan saya balas berteriak, ‘wah kakak kok suka jadi gila hebat?’ Heheheheee…. Adeknya pun menjelaskan, ‘maksudnya kakak itu game nya ini keren, itu maksudnya bilang gila, tau?’ begitu ocehan bocah berusia 3 tahun 3 bulan yg juga suka berteriak ‘wiiih gila!’ itu.

So kata gila itu, sudah berubah arti dari kurang waras atau tidak waras, menjadi keren! bagi bocah2 usia 3 tahun dan 6 tahun penggemar games.

Jatuh Cinta Lagi

November 10, 2008

Cihuiiy ternyata template ini baguuus…wah wah saya jatuh cinta!! Bagaimana ini? Hihihiii…. Testing, testing…huhuiiiy senengnya!

Jadi berpikir, sebenarnya sudah sejak Januari berpikir mau pindah ke WP, tapi belum ketemua template yang sesuai, sekarang sudah ketemu dengan ‘kamar’ yang cocok tapi sudah terlanjur sayang juga dengan kamar lama dan masih tetap ditempati di blogspot, huhuhuuu…bagaimana ini? Di kamar yang lama saya bisa mendengarkan musik dan dengan narsis menandai bahwa ini adalah SPOT khusus milik saya dengan memajang foto saya sebesar-besarnya–seperti anjing jantan yang menandai batas-batas teritorialnya dengan mengencingi bagian-bagian tertentu dalam batas wilayahnya, huehuehuee…demikianlah saya membentangkan wajah saya dari ujung ruang kamar sampai ke ujung yang lain (^^p), jadi melihat ternyata ga jauh beda.. haha!

Trus trus trus…bagaimana dengan hati yang mendua ini? Apa yang harus saya lakukan? Haruskah saya berselingkuh atau terang2an membuang ‘kamar’ lama saya, ooh…hatiku yang mendua, yang tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki. Mengapa? Dimana letak ketidak-puasannya? Atau ini hanya sekedar kebosanan semata-mata? Ingin mencicipi sesuatu yang baru? Halah, kok jadi mirip2 dengan para suami yang berpikir ttg mencari isteri kedua, hihihiii..atau isteri2 yang berpikir ttg mencari suami kedua, sayangnya poligami halal tapi poliandri tidak halal siy…jadinya ga seru kalau dibahas, bisa menyinggung kaum tertentu (^^p) padahal kalau mau adil, poligami hyuuuk, poliandri hyuuk, homoseksual hyuuk, nah lo nah lo semuanya jadi serba hyuuk….saya jadi takyut.. sebab mulai berpikir sampai mana batas-batas bisa ditetapkan ya?

Haiiyah…rencananya kan cuma mo nulis tentang jatuh cinta, lha kok sampe ke urusan-urusan yang lain2, urusan oranglain pula, bukan urusan sendiri. Tapi…. APA IYA itu adalah urusan oranglain, dan ga bersinggungan dengan keberadaan saya? Nah kalo suatu saat saya mau dimadu (musti nikah dulu kalee sama siapa gitu) trus barukah itu menjadi urusan saya? Atau kalau karena sesuatu dan lain hal saya terdorong untuk poliandri, nah baru deh pusing2 dengan urusan saya? Atau klo tiba2 saya berubah orientasi seksual dan ingin menikah dengan sesama jenis, baru deh ini menjadi concern saya? Gitu kah? Ataukah batas-batas tertentu harus ada dulu dan kita semua sepakat untuk hidup dalam ruang yang sama tersebut harus keluar masuk di pintu yang sama dan tidak boleh membobol tembok2 yang sudah dibangun?

Halaaaah…makin panjaaaaaang!!!!! Udah ah…. jadi capek mikirinnya, belum juga selesai urusan pindah atau ga pindah dari Blogspot ke WP, hiks hiks hiks…. Sebenernya ini entry tujuannya apa siy?? Hehehee…ya gini ini tujuannya adalah nulis nulis nulis sampe puas… Nikmatnya menulis adalah ketika tidak dibatasi oleh topik tertentu tapi mepet waktu jadinya otak harus berpacu dengan waktu, adrenalin mengalir dengan deras, hwee..apalagi niy, hahahaaaa….cihuiiiy cihuiiy naglor-ngidul ga karuan… (^_^) Teteup saja probelma cinta kedua belum selesai.

*Mikir* Jangan2 ini probelma saya, suka melarikan diri dari isu yang sesungguhnya dengan memikirkan isu2 yang lain, akibatnya, masalah numpuk karena ditumpuk2 dan akar masalah yang sebenarnya jadi tertimbun oleh masalah2 baru yang diada2kan? HUH…. (o_O)

Mau mengubah judulnya dari A 15 Minute To Open and Close The Day, jadi 15 menit buka-tutup hari, eh malahan lebih seru Sp.t.nG G’s Sp.t, bisa berarti G spotong-spotong, karena memang 15 menit itu kan penggalan waktu, dan bisa juga berarti G Spot, hehehee… titik kenikmatan perempuan yang hanya bisa dinikmati perempuan dan menjadi rahasia si perempuan. Jadilah kenikmatan dalam potongan-potongan waktu. Sebenernya seh ga sbegitu-begitu amat, ini hanyalah spot alias tempat mangkal G untuk berkata-kata, gitu aja kok dibikin repot siy? Huhuehueee… soalnya kalo ga dramatis ga seru… Akhirnya, jadilah simple ajah… G’s SpOt!

Gyahahaaa… Okeilah, judulnya memang terasa ‘nakal’ dan membuat pikiran bergerak ke arah mana dia mau bergerak, tergantung pada siapa yang berpikir dan bagaimana dia mengolah pikirannya tentu saja. We are all sexual beings, sensual beings, dan terstimulasi di titik-titik tertentu. Stimulasi saya adalah pada kata-kata. Katakanlah saya terangsang oleh kata-kata, bukan sekedar kata-kata namun rangkaiannya, itu menembus suatu titik orgasmic dalam jiwa saya dan membuat saya hanyut dalam kenikmatan yang tidak sekedar fisik getarannya.

Enuf said. Pokoknya inilah judul dari blog baru ini. Sebenarnya ‘kamar’ ini sudah saya sewa sejak Januari 2008, namun saat itu template ini belum ada, jadi saya belum jatuh cinta pada apapun juga yang ditawarkan di apartemen WP ini…sorry. Tetapi saat melihat ‘kamar’ berjendela tiga ini, maka saya tahu bahwa saya harus memilikinya untuk menyimpan semua kenikmatan2 yang saya rajut dikepala dan membiarkannya mengintip lewat tiga jendela. Tadinya memang berencana memakai template De-Po yang jendelanya ada 3, tapi kok njlimet yak? Akhirnya pilih yg ini aja deh.

So!!! it is official Sp.t.nG G’s Sp.t G’s Spot is open for business, weits…ini kan personal jadinya bukan buat dibisniskan dunk, lalala… Smoga saja ga melanggar salah satu pasal dalam UU yg porno, lalalaaa….

bila…

November 6, 2008

hari ini aku berpikir tentang
bila

bila esok tidak lagi ada
berarti aku melangkah dalam ruang kosong
atau itukah yang dinamakan tanpa batas waktu?

bila esok tidak lagi ada
berarti aku berjalan dalam tanpa dasar
atau itukah yang dinamakan ruang tanpa sekat?

hari ini aku berpikir tentang
bila

bila saja hatiku tahu apa yang kupikirkan
dan pikirku tahu apa yang kurasakan…

Hujan adalah

November 6, 2008

air yang jatuh
menjadi musik yang merayu di luar rumah
merabai aku dari balik kaca
mengayun dan mengibas kelebatan matanya
berkedip disudut kening
memanggilku berdansa
dalam rengkuhannya
membasahi jiwaku dengan kenangan tentang masa dan saat
memenjarakan aku dalam waktu-waktu kemarin
membebaskan aku kembali ke waktu-waktu yg terpenjara

ah!

Rindu, pada suatu saat

October 31, 2008

berapa lama aku bersandar di tepian jendela itu

aku sudah kehilangan waktu…

diluar mendung deras menggantung, tapi hujan tak mau turun

ah, seperti rindu itu

rindu itu kembali bersandar lagi ke tepian hati

aku merasa ingin minggir dari dunia untuk menepi

menepi dalam sepi dan sepi-sepi dan sepi lagi

mengunyah-ngunyah permen karet rindu hingga kehilangan rasa

namun tetap dikunyah dan dikunyah lagi dan lagi dan lagi

memang ternyata, mimpi bukan pelarian

dalam buble yang pecah diwajah, aku merasa hidup adalah pelarian

pelarian dalam tanda tanya

aku bahkan tak yakin lagi bahwa masa lalu itu ada

kusadari dalam kesadaranku yang tumpul ini

bahwa
aku berada pada masa yang tak bergerak

–come sweet death–bisik angin yang sengaja mampir

kukibaskan dari anak rambutku dan kubiarkan dia terlempar ke pucuk pohon..

bila cinta lebih kuat dari maut

lalu kemana aku bisa berpaling dari rindunya?

–gratcia, suatu saat–

ketika aku patah

July 25, 2008

Tuhan, aku patah
aku lunglai dan tidak lagi berseri
Tuhan, aku patah
hatiku tersayat dan berdarah
aku lesi dan lesu dan pucat
aku sempoyongan memikul diriku
Tuhan, aku patah
aku tak mampu berdiri, tak mampu lagi…

Tuhan… aku patah…. desahku kehilangan suara…

lalu aku mendengarnya berbisik
Aku tahu anakKu,
Aku di sini membebat luka2mu
Aku di sini menghapus airmatamu
Aku di sini bersamamu
batu2 itu telah merajamKu, Aku sedang
dan selalu melingkupi dirimu…

pagi

June 24, 2008

sinar yang menerobos liang kamarku
menyentuh alis, mata, hidung
dan mengecup bibirku
lalu mencubit daguku
meronai pipiku dan menciumi keningku
lalu bermain-main di anak rambutku…

sinar yang menembus liang kamarku,
menggambar lekuk-lekuk tubuhku,
menggelitik jemari kakiku,
main musik di telingaku
memalingkan gelap ditirai bulumataku
mengelus jemari tanganku
mewarnai kuku-kukuku yang pucat
memandikan ketelanjangan jiwaku
merekahkan kuncup-kuncup disudut mataku

saat aku mengintip malas…
tersenyum manis dia, muda, semilir dan sejuk.

Desember 1999
Gratcia Siahaya

bila

June 19, 2008

bila saat itu tiba dan kau datang
apakah aku mampu mengenalimu?
bila saat itu datang dan kau timpang
apakah aku sanggup menopangmu?
bila saat itu tiba dan kita berdua jadi bisu
bisakah aku menatap jauh ke dalam jiwamu
dan menemukan kembaran jiwaku?
bila kasih ini menjadi dingin
dapatkah ciumanku membarakan rindumu?
mampukah pelukanku memacu denyut nadimu?
apakah aku satu dalam desahmu ketika kau tertidur?
apakah aku ada dalam nafasmu ketika kau terbangun?
atau,
mungkin…, aku hanya bayang2 dalam mimpimu
yang tidak tersisa ketika engkau tersadar?
bila aku tergugu dalam pertanyaan yang gagap ini
apakah jawabmu?

Sahutan buat jawaban puisi Tante Lot, ‘Buat Gaty’.

seandainya aku bisa mengembalikan saat itu
ketika batin masih penuh tanda tanya
ketika mata melihat dunia dengan selebar ingin tahu
bahkan berani menggugat dan mempertanyakan Tuhan:
mengapa aku adaa
andaik aku bisa kembali ke saat-saat itu
ketika dendangku tak lelah tak henti
gelak tawa jerit tangis masih lepas,
ingin sekali kulihat isi hatiku
dan apa derap irama batinku
seperti yang engkau potretkan
dalam bait-bait puisimu
apakah aku perenung
apakah aku periang
apakah aku penyenandung
apakah aku?

siang ini saat mengingatmu, dan percakapan-percakapan kita,
aku merenungi engkau dan ingin mendengar suaramu lagi,
seandainya aku bisa kembali kesaat-saat itu
ketika aku masih sering sekali berandai-andai
lalu kusadari bahwa mungkin tak jauh berbeda
aku yang saat itu, dengan aku yang hari ini…