Rindu, pada suatu saat
October 31, 2008
berapa lama aku bersandar di tepian jendela itu
aku sudah kehilangan waktu…
diluar mendung deras menggantung, tapi hujan tak mau turun
ah, seperti rindu itu
rindu itu kembali bersandar lagi ke tepian hati
aku merasa ingin minggir dari dunia untuk menepi
menepi dalam sepi dan sepi-sepi dan sepi lagi
mengunyah-ngunyah permen karet rindu hingga kehilangan rasa
namun tetap dikunyah dan dikunyah lagi dan lagi dan lagi
memang ternyata, mimpi bukan pelarian
dalam buble yang pecah diwajah, aku merasa hidup adalah pelarian
pelarian dalam tanda tanya
aku bahkan tak yakin lagi bahwa masa lalu itu ada
kusadari dalam kesadaranku yang tumpul ini
bahwa
aku berada pada masa yang tak bergerak
–come sweet death–bisik angin yang sengaja mampir
kukibaskan dari anak rambutku dan kubiarkan dia terlempar ke pucuk pohon..
bila cinta lebih kuat dari maut
lalu kemana aku bisa berpaling dari rindunya?
–gratcia, suatu saat–