ketika aku patah

July 25, 2008

Tuhan, aku patah
aku lunglai dan tidak lagi berseri
Tuhan, aku patah
hatiku tersayat dan berdarah
aku lesi dan lesu dan pucat
aku sempoyongan memikul diriku
Tuhan, aku patah
aku tak mampu berdiri, tak mampu lagi…

Tuhan… aku patah…. desahku kehilangan suara…

lalu aku mendengarnya berbisik
Aku tahu anakKu,
Aku di sini membebat luka2mu
Aku di sini menghapus airmatamu
Aku di sini bersamamu
batu2 itu telah merajamKu, Aku sedang
dan selalu melingkupi dirimu…

2 Responses to “ketika aku patah”

  1. timur matahari Says:

    salam kenal ya mbak…menggugah..mencabik-cabikk


  2. engkau telanjang, aku terangsangengkau tanggalkan pakaian kebesaranaku tambah jelalatan tak karuan,engkau tampakkan yang putih, coklat dan hitam tak beraturan,akupun tersungkur terjerembab kedalam genangan mahligai mimpi, tak satupun malu ku perlihatkan meskipun di depan Tuhan,akhirnya aku luluh di depan ketelanjanganmu,yang tiada menafikan kesempurnaan, yang pantas itu engkau bukan aku, karna engkau telah berani telanjang, dan aku masih diam meskipun telah terangsang,ajari aku mandi aroma surgawi meskipun harus semua ku tanggalkan

    Sahaja bermakna

    (^_^) di depan TUHAN mana bisa lagi kita malu? Dia melihat apapun juga yg ditutupi, Dia menembus apapun juga yg tersembunyi.

    Thanks.


Leave a Reply