Berhubung hari ini entah kenapa blogspot gagal untuk dibuka maka saya memutuskan untuk menulis saja di wordpress, untung juga memiliki banyak blog, karena apabila yang satu tidak dapat dibuka maka masih ada yang bisa menjadi pelampiasan ketika keinginan untuk menulis (lebih tepatnya mengetik) tiba-tiba menyerang dan tidak mau diam barang sekejap juga.
Benar sekali, itulah diriku di tahun 2009 ini, suka sekali menuliskan apapun juga dan tergila-gila dengan ngeblog. mengapa? mungkin di tahun-tahun yang akan datang ketika blog sudah menjadi hal yang sangat biasa atau mungkin bentuknya sudah tergantikan dengan model yang baru (entah seperti apa, saya tak dapat membayangkannya) maka sulit untuk dimengerti kenapa kok demen banget ngeblog, sama seperti waktu dulu di tahun-tahun tujuh puluhan dan awal delapan puluhan ketika telpon masih merupakan hal yang sangat baru maka ada kegairahan khusus ketika menerima telepon, sedangkan sekarang ini ketika telepon bergelimpangan di sana-sini dan sangat murah, kegairahan itu sudah digantikan dengan yang namanya kebutuhan, bukan lagi kesenangan yang dirasakan, debaran-debaran aneh itu malah jadi norak (kampungan) dan hanya milik mereka yang hidup di jaman purbakala, orang-orang modern seperti kita kalau pun tergesa-gesa mengangkat telpon bukan karena ingin mengangkatnya tetapi harus mengangkatnya atau secara spontan mengangkatnya sebab ia sudah merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri. Bukan pula karena berita yang akan kita dengar atau baca di sms itu adalah berita penting, bukan sama sekali, melainkan karena sudah terbiasa menerima berita apa saja dan berkomunikasi tentang apa saja secara instan.
Perlukah itu? Ya perlu, karena memang sudah seperti itu gaya hidup yang dewasa ini kita jalani (catat ya nak, ini jaman tahun 2000-an). Jaman dahulu, hanya orang-orang tertentu saja yang mempunyai telepon, dan karena itu maka kegiatan bertelepon merupakan semacam keistimewaan bahkan sesuatu yang ‘mahal’. Untuk mendapatkan sambungan telepon pada waktu itu bukan hal yang mudah, dan telepon juga masih memakai operator yang kemudian menyambungkan kepada nomor yang dituju, operator manual ini, bisa menguping pembicaraan telepon kita. BAYANGKAN!
Sekarang ini semua serba digital, serba otomatis dan jumlah pemakai sarana komunikasi ini melonjak sangat tajam dan membengkak dengan cepat karena sarana yang tadinya mahal dan sulit untuk dibawa-bawa kesana kemari, kini menjadi murah dan mobile. Manusia-manusia modern tidak lagi terikat dengan tempat karena sambungan kabel, manusia modern melepaskan dirinya dari tempat karena menggunakan getaran yang tersedia di udara ini, manusia modern itu seperti melayang-layang bebas dari satu ruang ke ruang berikutnya, menembus batasan-batasan yang secara konvensional saya kenal. Harus saya catat juga di sini bahwa saya hampir lupa bagaimana keadaan sebelum internet ditemukan, juga sebelum telepon selular atau telepon genggam menjamur seperti saat ini. Ya, saya mengalami ‘lupa rasa’ tentang masa-masa tersebut.
Inilah hal yang muncul dikepala saya pagi ini dan ingin saya tuangkan di blog ini, sebagai catatan untuk anak cucu nanti. Hei… blog kan memang sebuah warisan, warisan pemikiran, cerita, opini, kehidupan yang dituangkan dalam kata-kata. Saya sadar betul bahwa saya ngeblog bukan sekedar untuk hari ini dan saat ini, atau untuk mengumpulkan komentar terbanyak atau berlomba supaya pagerank saya naik tinggi, semua itu hanya bonus kecil dari sebuah tujuan yang lebih besar, yaitu sebuah warisan, bahkan bisa dikatakan sebuah surat cinta bagi anak-cucu. Karena saya berpikir bahwa, kalau saja Opa atau Oma saya punya sebuah catatan harian, saya adalah salah satu yang sangat ingin membacanya, saya ingin tahu tentang mereka dan jaman mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, apa yang disukai dan tidak disukainya, opini mereka tentang ini dan itu, bukan kliping2 koran atau potongan berita yang akan benar-benar saya hargai, melainkan kisah mereka, seperti apa siy mereka. Itu yang selalu ada di dalam benak saya.
Satu-satunya yang menyimpan catatan lengkap tentang dirinya dan dengan demikian juga tentang mereka yang berada disekelilingnya adalah tante saya, yang seperti saya adalah seorang diarist sejati, atau penulis diary. Sayangnya, dokumen yang sangat menarik itu tidak dapat saya akses karena sesuatu dan lain hal. Padahal, betapa kayanya catatan itu dengan berbagai hal menarik dan pernak-pernik kehidupan dilihat dari sudut pandangnya. Dan saya kenal tante ini dengan sangat baik untuk tahu bahwa tulisan-tulisannya yang mewakili padangan dan perasaannya tentang berbagai peristiwa sangat patut untuk dibaca. She was an amazing writer, a keen observer with a twist sense of humor.
Maka di sinilah saya menulis blog dan akan terus ngeblog, mencatat apapun juga yang mau saya catat, sehingga suatu saat nanti, ketika ingatan saya sudah tidak sebaik sekarang ini, ketika saya semakin dimakan usia dan bukan seperti saya yang saat ini, maka diri saya sendiri bisa membuka-buka halaman demi halaman digital ini dan kembali menghirup aroma masa-masa ketika hidup baru saja dimulai. Bukankah life begins at 40?